Bimtek Admin E-SKP dan Sistem Kehadiran PAUD dan Dikmas

Palembang, BP PAUD dan Dikmas Banten – Sesditjen PAUD dan Dikmas, Dr. Wartanto memberi pengarahan sekaligus membuka kegiatan Bimbingan Teknis Pengelola/Admin E-SKP dan Aplikasi Kehadiran Di Lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Selasa (22/5/2018) di Aryaduta Hotel, Palembang, Sumsel. Turut Hadir dalam acara pembukaan, Dr. Agus Salim, Kabag Hukum, Ketatalaksanaan dan Kepegawaian Sesditjen PAUD dan Dikmas.

Dalam arahannya, Dr. Wartanto menyampaikan terkait sistem kehadiran di lingkungan Ditjen PAUD dan Dikmas, balai-balai yang baru (BP PAUD dan Dikmas) untuk mesin absensinya belum terintegrasi dengan Biro Kepegawaian Kemendikbud. Oleh karena itu, beliau juga berharap BP PAUD dan Dikmas yang baru dapat segera mengintegrasikan mesin absensinya.

“Saya mohon, Bapak Ibu sepulang dari kegiatan ini segera mengintegrasikan mesin finger di balai bapak Ibu. Target kita dua bulan.”, kata Dr. Wartanto.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Agus Salim melaporkan dari 21 BP PAUD dan Dikmas yang baru, baru tiga Balai saja yang terintegrasi, yaitu: BP PAUD dan Dikmas Banten, BP PAUD dan Dikmas Yogyakarta, dan BP PAUD Dikmas Gorontalo.

Elmi Hanjar Bait, S.Pd, staff pengelola/admin e-SKP dan Aplikasi Kehadiran BP PAUD dan Dikmas Banten yang juga mengikuti kegiatan ini menyampaikan bahwa memang untuk BP PAUD dan Dikmas Banten sendiri sudah terintegrasi, namun status belum online.

“Alhamdulillah, Balai kami sudah terintegrasi. Baru seminggu yang lalu saya bersama kasubbag umum mengurus mesin finger kami. Namun untuk saat ini kami belum online, karena saya belum selesai set. Mesin sudah siap, internet juga siap, hanya tinggal setting perkabelannya saja, jadi kami belum online.”, ungkap Elmi.

Elmi juga menyampaikan walaupun sudah terintegrasi, pengetahuan mengenai aplikasi kehadirannya belum ada.

“Saat integrasi mesin karena saya diminta segera oleh Kasubbag, meskipun belum tahu bagaimana caranya, akhirnya saya banyak tanya saja, tanya sana tanya sini, tanya vendor mesin tanya pihak biro kepegawaian, alhamdulillah sampai sekarang sudah terintegrasi. Hanya untuk penggunaan aplikasinya sendiri saya belum tahu.” tutup Elmi.

Pada kegiatan ini dilakukan bimbingan teknis operasional terkait cara-cara pengintegrasian mesin absen ke dalam sistem yang terhubung langsung dengan Biro Kepegawaian Kemendikbud, selain itu dilakukan juga bimbingan teknis operasional aplikasi e-SKP. Adapun Narasumber pada kegiatan ini adalah Tim Narasumber dari Biro Kepegawaian Kemendikbud yang dipimpin langsung oleh Kabag Data, Suharto Lasmono.

Pengintegrasian mesin ini penting terkait kebutuhan data absen pegawai di seluruh UPT yang ada di lingkungan Kemendikbud. Karena data kehadiran ini bersama data e-SKP selanjutnya digunakan untuk penghitungan tunjangan kinerja pegawai. (Hb/Balai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *