Mendikbud Nadim Luncurkan Merdeka Belajar episode 7

Serang-BP PAUD dan Dikmas Provinsi Banten melalui Bpk. Drs. A. Rasim, M.Si mengikuti acara peluncuran Program Sekolah Penggerak episode 7 melalui Zoom meeting dan Kanal Youtube.

Acara ini di pimpin langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bpk. Nadiem Makarim pada Senin, 1 Februari 2021.

Acara tersebut juga di hadiri oleh unsur dari Kemendagri, Eselon 1 Kemendikbud, Gubernur, Bupati, Walikota, Kepala Dinas, dan Kepala UPT yang ada di seluruh Indonesia.

” Saya ingin kenalkan satu konsep sekolah penggerak. Sekolah yang dapat menggerakan sekolah-sekolah lain sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih baik. Reformasi pendidikan di Indonesia tidak bisa sukses tanpa ada perubahan di dalam sekolah. Nantinya sekolah penggerak bisa menjadi panutan, tempat pelatihan, dan juga inspirasi bagi guru-guru dan kepala sekolah lainnya. Dalam sekolah penggerak, guru tidak hanya memberikan pelajaran satu arah, namun juga  berbagai aktivitas yang menyenangkan memuat kompetensi-kompetensi bernalar kritis, kolaborasi, dan kreatif”. ungkap Mendikbud di dalam paparannya.

Mendikbud di akhir paparanya menyimpulkan beberapa poin:
1. Sekolah penggerak itu adalah sekolah di mana siswa itu di nomer satukan dari semua keputusan-keputusan sekolah.
2. Sekolah penggerak adalah sekolah yang memprioritaskan anggarannya terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan mutu pengajaran.
3. Sekolah penggerak adalah di mana kepala sekolahnya terus mendatangi ruang kelas dan melakukan observasi dan memberikan umpan balik kepada guru-guru.
4. Sekolah penggerak adalah di mana guru saling membantu guru lain untuk melakukan observasi dalam kelas dan memberikan tips-tips dan masukan saran bagaimana peningkatan mutu.
5. Sekolah penggerak adalah sekolah di mana guru-gurunya bertemu dan melakukan diskusi untuk bisa memecahkan masalah pembelajaran yang ada di sekolahnya.
6. Sekolah penggerak adalah sekolah yang menyadari bahwa partisipasi siswa itu adalah salahsatu yang paling penting sehingga di sekolah penggerak kelas-kelasnya ramai, ada persentasi, tanya jawab, out bond dll. Sekolah penggerak percaya bahwa tidak semua murid sama dan setiap murid itu spesial..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *